Tips Berguna Untuk Menjual Properti Selama COVID-19

Pada masa sekarang ini, bisnis sangat terpengaruh karena pembatasan jarak fisik dan ruang gerak untuk mencegah penularan COVID-19. Namun, di masa sulit ini, selalu ada hikmahnya. Dari pengalaman agen yang tergabung di ERA Indonesia, para agen membagikan pengalaman bahwa pemilik properti justru lebih serius memasarkan properti mereka di saat seperti ini. Dan dengan adanya penurunan harga properti, maka kini saatnya kesempatan yang menguntungkan untuk membeli dan investasi di properti.

Berikut tips untuk rekan agen agar dapat closing selama masa pandemik ini:

1. Tingkatkan Kehadiran Online (Online Presence) Anda

Ada banyak cara untuk meningkatkan kehadiran online Anda sehingga diketahui oleh banyak pencari properti. Salah satu caranya adalah melalui video pemasaran. Ini adalah inovasi untuk membantu agen menjadi terlihat dalam kompetisi dan menarik para pencari properti. Bagaimana sebuah properti ditampilkan akan menciptakan kesan pertama, karena manusia secara umum tertarik pada komposisi yang baik serta foto dan video terlihat profesional.

Selain itu, pastikan Anda menyediakan deskripsi listing secara detail dan akurat sehingga menggambarkan kondisi terkini properti. Hal ini juga akan meningkatkan kesempatan para pencari properti untuk menghubungi Anda.

Terakhir, selalu pastikan konsumen Anda merasa bahwa Anda mudah untuk dihubungi. Respon secepatnya untuk setiap permintaan dimana pun Anda berada, dan kapan pun Anda bisa. Di Rumah.com, Anda dapat memakai fitur premium seperti Spotlight Sundul dan Weekly Featured Listing untuk membuat listing Anda terlihat dan ditampilkan di atas listing regular.

2. Pahami Konsumen Anda

Dari pengalaman membalas permintaan info dari para pencari properti, Anda dapat mengidentifikasi area spesifik yang menarik perhatian mereka. Dapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai konsumen Anda, seperti alasan untuk memiliki properti baru, jumlah orang yang ada di rumah tangga, fasilitas pilihan atau sekitarnya dan catat dengan baik.

Kemudian, fokus pilah konsumen Anda berdasarkan geografis dan demografi, misalnya kondisi keuangan dan ukuran keluarga. Pilih target konsumen Anda dalam segmentasi yang sama, seperti pembeli properti pertama atau pemilik rumah yang akan dijual saat ini, dan buatlah daftar prospek prioritas, dibandingkan dengan mereka yang baru memiliki sedikit atau tidak ada intensi untuk menjadi konsumen Anda, sehingga Anda dapat melakukan prioritas waktu dan perhatian Anda.

Prospek prioritas Anda ragu dalam membuat keputusan, maka jadilah pemecah masalah mereka. Pahami kecemasan mereka dan lakukan klarifikasi sebanyak mungkin. Anda juga dapat mengajukan beberapa pilihan properti yang akan memenuhi kebutuhan mereka.

Agen diharap mampu mengidentifikasi kebutuhan pembeli. Dari pertanyaan dan komunikasi dengan pencari properti, agen harus dapat menyimpulkan pola tertentu terkait dengan area yang diinginkan. Catat informasi apapun yang Anda terima dari pembicaraan dengan pencari properti, seperti jumlah anggota keluarganya. Sehingga Anda dapat mengetahui jumlah kamar yang sekiranya diperlukan oleh pencari properti. Kemudian pilah pelanggan yang memiliki kecenderungan untuk membeli – hot prospect, dengan klien yang masih bingung. Sehingga Anda mengetahui prioritas yang perlu Anda prospek.

Bila hot prospect masih sedikit ragu dalam mengambil keputusan, bantulah mereka dengan membuat diri Anda sebagai problem solver. Bantu calon pembeli properti untuk mencari solusi atas keraguan yang sedang dirasakan. Bila hot prospect bingung dengan unit yang Anda tawarkan, berikan beberapa pilihan properti sejenis yang masuk dalam kriteria minat dan kebutuhannya. Oleh karena itu, agen properti profesional sangat dianjurkan Anda memiliki banyak listing dan menguasai area tersebut.

Ketahui konsumen Anda akan membantu Anda untuk investasi waktu dan tenaga dalam mencari dan menyajikan properti yang sedang banyak permintaan.

RELATED

ERA Indonesia National Business Conference 2022 Moving ForwardKonsisten Tetap Memimpin Industri Properti Pada Masa Pandemi, Ray White Gelar Malam Apresiasi Untuk Marketing ExecutivesnyaLuar Biasa! Meski Pandemi Brighton Resmikan 9 Bisnis Unit BaruUndangan Pra-Summit AREBI Talkshow : Pasar Property Secondary di Masa PandemiKami Tetap Ada Bersama Anda Melewati COVID-19Brighton Digital Awards, 400 Penghargaan Hingga Terobosan Brighton Uni(ERA Indonesia National Business Conference 2021) RISING STRONGRangkaian Pengembangan Agen: Bagaimana Menggunakan Data Untuk Menutup Lebih Banyak PenjualanRangkaian Pengembangan Agen: 3 Ciri Utama Dari Agen BerkualitasAREBI Real Estate Summit 2020Asosiasi Real Estate Broker Indonesia - DPD Jawa Timur3000 Ad Kredit untuk Dimenangkan, dengan Menemukan Proyek di Proyek FastKey

3. Pilah Listing Anda

Pilah listing Anda akan membantu Anda untuk mencocokkan properti yang sesuai dengan calon pembeli dengan lebih efektif. Anda dapat mengkategorikan listing ke 3 kategori umum:

  • Properti dengan banyak peminat namun unit yang tersedia sedikit

Listing yang masuk dalam kategori ini adalah properti yang pemiliknya memiliki motivasi tinggi untuk menjual/ menyewakan, lokasi strategis, legalitas jelas, dan harga wajar atau di bawah pasar.

  • Properti yang relatif mudah dijual/ disewakan

Listing yang masuk dalam kategori ini adalah properti yang pemiliknya memiliki motivasi sewajarnya, lokasi kurang strategis, legalitas jelas, harga sesuai dengan harga pasar, dan kondisi bangunan bagus

  • Properti yang susah dijual/disewakan

Listing yang masuk dalam kategori ini adalah properti yang pemiliknya kurang memiliki motivasi untuk menjual/ menyewakan, lokasi kurang strategis, legalitas dokumen rumit, harga cukup tinggi, dan kondisi bangunan kurang mendukung.

Selain itu, pastikan juga seluruh listing Anda dipasang di platform online agar pencari properti mudah menemukan listing Anda. Bila Anda memiliki banyak listing dan tidak memiliki banyak waktu untuk memasang listing, jangan khawatir. Anda dapat mempekerjakan staf admin untuk membantu memasang listing Anda.

Bila Anda tidak memiliki staf admin, kami siap membantu Anda, dengan layanan Personal Listing Assistant (PLA) kami siap membantu memasangkan listing Anda di Rumah.com. Hubungi Sales Rumah.com Anda atau email ke PLA@rumah.com / 08957 0253 2030.

4. Tetap Bersikap Positif

Pandemi COVID-19 sesungguhnya adalah sebuah tuntutan untuk berubah juga bagi kita. Diperlukan 2 jenis perubahan yaitu perubahan pola pikir dan tindakan. Pertama, perubahan pola pikir diperlukan sehingga agen sebaiknya tidak mudah panik ataupun gugup. Dalam setiap krisis yang datang pasti ada peluang. Kedua, perubahan cara melakukan operasional bisnis yaitu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk tatap muka tanpa harus bertemu dengan pemilik properti atau calon pembeli potensial.

5. Gunakan Cara Aman Saat Open House

Untuk proyek rumah baru, cara agar pencari properti tetap merasa aman datang ke Open House dapat dengan melakukan hal berikut.:

Cari rumah di daerah perumahan yang mudah diawasi aksesnya. Buka pintu unit dan sediakan buku tamu serta hand sanitizer dan di unit dipasang CCTV. Manfaatkan foto serta video untuk beriklan. Dengan hal tersebut tim marketing cukup bekerja dari rumah ataupun menjaga jarak dengan calon pembeli.

Mari tetap semangat untuk membantu pencari properti menemukan properti idamannya!

#dirumahaja #GuruCares #AdaBersamaAnda

Selanjutnya

Asosiasi Real Estate Broker Indonesia - DPD Jawa Timur

Sebagai organisasi profesi dimana para anggotanya terdiri dari perusahaan yang bergerak dalam usaha jasa perantara properti, AREBI memiliki tujuan untuk memberikan jasa pemasaran dan penjualan maupun penyewaan properti dengan…

59 Views 0 Comments

Add Comment

Please read our Guideline for posting a comment

PropertyGuru Community Guidelines

All user submitted content is reviewed before it is published on the website.
We reserve a right not to publish content that contains any of the following:

• Content not relevant to the context
• Inappropriate language
• Offensive language towards other community members
• Racist, sexist, criminal, violent comments
• Spamming and any commercial promotion
• HTML tags in the content
• No contact information